Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Maman menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi penting untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, sekaligus mendorong tercapainya target proporsi pembiayaan perbankan yang ditetapkan sebesar 25 persen untuk sektor usaha tersebut.
“Ini merupakan bagian dari upaya percepatan realisasi target penyaluran KUR tahun 2026, sekaligus memperkuat sinergi yang terjalin antara pemerintah dan lembaga keuangan dalam mendukung kemajuan ekonomi kerakyatan,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi atas kesiapan Bank NTT yang kembali dipercaya untuk menyalurkan dana KUR dengan nilai sekitar Rp350 miliar, setelah sebelumnya sempat tidak beroperasi dalam skema penyaluran program tersebut. Menurutnya, peran lembaga perbankan tidak terbatas hanya pada penyaluran dana semata, tetapi juga harus hadir memberikan pendampingan usaha dan literasi keuangan kepada para pelaku usaha agar mereka mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan dan mandiri.
“Bank tidak hanya berperan sebagai penyalur dana, tetapi harus hadir memberikan pendampingan dan pemahaman keuangan agar nasabah dapat mengelola usahanya dengan baik dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan bahwa keberhasilan program KUR sangat bergantung pada tata kelola yang baik dari seluruh lembaga yang terlibat dalam penyaluran dan pengelolaan dana. Ia menilai bahwa efektivitas program tidak hanya ditentukan oleh besaran jumlah pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan dan pemerataan manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
