Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Perbaikan angka-angka ini menunjukkan bahwa manajemen risiko berjalan efektif dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajibannya masih sangat terjaga,” ujar Dian.
Di sisi lain, penghimpunan dana masyarakat atau Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada Maret 2026, DPK tumbuh sebesar 13,55 persen secara tahunan menjadi Rp10.230,81 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian Februari 2026 yang sebesar 13,18 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pada seluruh jenis simpanan, yakni Giro tumbuh 21,37 persen, Deposito 8,36 persen, dan Tabungan 11,57 persen.
Sejalan dengan pergerakan kredit dan dana pihak ketiga, rasio Kecukupan Likuiditas atau Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Maret 2026 tercatat sebesar 84,64 persen, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di 84,72 persen. Tingkat LDR ini mengindikasikan bahwa industri perbankan masih memiliki ruang likuiditas yang sangat memadai dan cukup luas untuk terus memperluas penyaluran kredit ke sektor riil di masa mendatang.
“Hal ini secara umum menunjukkan bahwa meskipun peningkatan volatilitas di pasar global tetap menjadi perhatian utama, namun industri perbankan di Indonesia memiliki tingkat permodalan yang kuat dan likuiditas yang cukup besar untuk menyerap potensi tekanan ekonomi yang mungkin terjadi di masa yang akan datang,” tegas Dian Ediana Rae.
