Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Ia juga memaparkan bahwa selama lebih dari tiga dekade berkarya di dunia seni, komunitasnya telah berhasil membina ribuan anggota tanpa mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah daerah. Selain aktif mengadakan berbagai pementasan teater di berbagai tempat, komunitas ini juga turut berperan dalam produksi karya film nasional, salah satunya adalah film berjudul Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara. Saat ini, komunitas juga tengah mengembangkan produksi film mandiri yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai bahan cerita.
Salah satu rencana besar yang dipaparkan oleh para seniman adalah produksi film bertema budaya suku Helong yang berjudul Baung Sipeniuk Kleumpola. Pembuatan film ini direncanakan akan melaksanakan proses syuting di wilayah Kolhua, Kota Kupang. Film ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian warisan budaya, tetapi juga dapat berfungsi sebagai media promosi identitas masyarakat Kupang, baik di tingkat nasional maupun internasional, melalui berbagai ajang festival film yang akan diikuti.
Selain itu, para pelaku seni juga menyampaikan beberapa usulan penting kepada pemerintah daerah. Mereka mendorong agar Pemerintah Kota Kupang dapat menginisiasi penyelenggaraan Pesta Budaya Helong sebagai upaya nyata dalam menjaga keberlangsungan dan keberadaan budaya lokal di tengah perkembangan zaman yang semakin maju dan dipengaruhi oleh gaya hidup modern. Selain itu, mereka juga mengusulkan agar tercipta ruang dialog yang dilakukan secara rutin antara pemerintah daerah dengan komunitas-komunitas seni, serta dukungan yang berwujud perencanaan program dan penganggaran yang berpihak dan memudahkan pelaku seni dalam mengembangkan karya dan kegiatan mereka.
