104 Kepala Sekolah SMA, SMK, dan SLB Dilantik Gubernur NTT Kemarin di Kupang

| Editor: Wanster Buu
Gubernur NTT dan wakil gubernur NTT melakukan Foto bersama usai pelantikan, Kamis (26/03/26), di Aula Eltari kantor gubernur NTT.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

“Kepala sekolah tidak cukup hanya sebagai pengelola administrasi, tetapi harus menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu memastikan proses belajar berjalan efektif dan berorientasi pada peningkatan mutu peserta didik,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan berbagai tantangan pendidikan di NTT, mulai dari kesenjangan mutu antarwilayah, keterbatasan akses pendidikan, hingga rendahnya capaian literasi dan numerasi. Ia menyebutkan bahwa hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) NTT yang masih berada di tiga terbawah harus menjadi perhatian serius dan dasar pengambilan kebijakan di tingkat sekolah.

Bacaan Lainnya

“Kepala sekolah wajib menganalisis hasil asesmen secara mendalam dan menyusun langkah perbaikan yang konkret, mulai dari penguatan literasi, numerasi hingga peningkatan kapasitas guru,” katanya.

Selain itu, seluruh kepala sekolah diwajibkan menandatangani fakta integritas dan perjanjian kinerja. Pemerintah Provinsi NTT juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

“Jika dalam dua tahun tidak menunjukkan kinerja baik, bahkan bisa kurang dari itu, maka akan dievaluasi,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, gubernur mendorong implementasi program One School One Product (OSOP) sebagai upaya meningkatkan kreativitas dan inovasi berbasis potensi lokal di setiap sekolah. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya di tingkat sekolah. OSOP merupakan program bersama Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma yang bertujuan agar siswa dapat berinteraksi di luar sekolah untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian dengan menginovasi berbagai produk yang ada di lingkungan sekolah.

Pos terkait