Kota Kupang Makin Bersih dan Berseri: Sampah Tak Lagi Menumpuk

| Editor: Wanster Buu
Mobil Pengangkut sampah milik DLHK Kota Kupang sedang mengangkut sampah di wilayah kelurahan Belo, jalan HR Koroh, Rabu (20/05). Dok : WB.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis kerap menegaskan dalam berbagai kesempatan bahwa Kota Kupang harus menjadi kota yang layak huni, indah dipandang, sehat, dan nyaman bagi seluruh warganya, mulai dari anak-anak hingga lansia. Kebijakan yang diambil tidak hanya sebatas penyediaan fasilitas tempat sampah semata, tetapi mencakup pembenahan menyeluruh, mulai dari perbaikan sistem kerja, penambahan jumlah armada angkutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penegakan jadwal operasional yang ketat dan terukur. Keduanya juga kerap melakukan peninjauan mendadak ke lapangan untuk memastikan bahwa arahan yang diberikan benar-benar berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kebersihan adalah cermin peradaban sekaligus martabat kota kita. Kami tidak ingin ada lagi sudut kota yang terabaikan, kotor, atau menjadi sarang sampah dan penyakit. Prinsip kami tegas: setiap sampah yang ada harus terangkut tepat waktu, tidak boleh menumpuk berhari-hari yang akhirnya menjadi sumber pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan,” ungkap kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Sistem kerja yang diterapkan saat ini menuntut ketangkasan, kecepatan respon, dan ketekunan tinggi dari para petugas. Dulu, keluhan masyarakat sering terdengar karena sampah yang menumpuk berhari-hari hingga berbau busuk dan mengundang lalat. Namun kini, keluhan-keluhan tersebut perlahan menghilang berganti dengan rasa puas dan apresiasi. Warga pun mulai merasakan dampak positifnya secara nyata; udara di lingkungan menjadi lebih segar, pemandangan lebih indah, dan risiko penyebaran penyakit yang dibawa sampah dapat ditekan serendah mungkin.

Pos terkait