Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Gisela mengakui perjalanan itu tidak ringanlelah fisik pasti terasa, namun semuanya terbayar dengan pengalaman tak ternilai. “Capek pasti ada, tapi hati kami sangat senang. Banyak hal berharga yang sulit kami temukan di keseharian, kecuali lewat kegiatan seperti ini. Kami bertemu teman-teman baru dari berbagai pelosok negeri, belajar hidup mandiri, melatih kedisiplinan, bekerja sama, dan menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh menghadapi segala tantangan,” tuturnya.
Suara terima kasih serupa juga disampaikan Jia Djawas, perwakilan orang tua peserta. Ia mengaku sempat cemas melihat anak-anaknya pergi jauh dalam waktu cukup lama, namun kekhawatiran itu hilang melihat dukungan sungguh-sungguh yang diberikan pemerintah serta keseriusan para pendamping membimbing mereka. “Sebagai orang tua, kami sangat berterima kasih sekaligus bangga mendalam. Puji Tuhan mereka pulang selamat, bukan sekadar membawa cerita wisata, melainkan pembentukan karakter yang kokoh. Itu bekal masa depan yang jauh lebih berharga bagi hidup mereka,” ungkapnya haru.
Melampaui Batas Kuota: Semua Anak Layak Mendapat Kesempatan
Salah satu keputusan paling berkesan dari Wali Kota Kupang adalah kebijakan memberangkatkan seluruh peserta yang lolos seleksi, meskipun kuota awal yang ditetapkan resmi hanya 32 orang. Setelah mengetahui hasil penjaringan menunjukkan ada 48 anak yang telah berjuang melewati tahapan seleksi dengan semangat tinggi, dr. Christian Widodo langsung memutuskan: semuanya harus berangkat.
