Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Kami ingin pemuda dari NTT, baik yang tinggal di kota maupun di desa, memiliki kesempatan yang sama untuk menguasai ilmu baru. AI dan Bioteknologi bukan hal yang asing atau sulit bagi kita, selama kita mau belajar dan menerapkannya untuk kepentingan bersama,” ujar Winston Rondo.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pemateri yang ahli di bidangnya masing-masing, yaitu Robertus Theodore dari Benih Foundation, Hanif Dakiri selaku Kepala Pendidikan BharaBas Camp, Juan Intan Kanggrawan, serta Rusli Kuwanto dari Simpul Indonesia. Seluruh sesi diskusi dipandu dengan sangat luwes oleh Maria Beverly Rambu Yaku Katibi, yang juga berprofesi sebagai wartawan di Victory News.
Pemateri pertama, Robertus Theodore, membawa materi mengenai perkembangan Kecerdasan Buatan atau AI serta berbagai peluang pemanfaatannya yang sangat luas bagi pemuda NTT. Ia menjelaskan bahwa AI kini sudah merambah ke berbagai sektor kehidupan, dan NTT dengan segala kekayaan alam serta kearifan lokalnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan dengan bantuan teknologi canggih ini .
Berikutnya, Hanif Dakiri memaparkan materi tentang Literasi AI sebagai fondasi keterampilan digital yang wajib dimiliki pemuda NTT. Ia mengingatkan bahwa sebelum memanfaatkan teknologi, pemuda harus paham dasar-dasarnya, keamanannya, hingga etika penggunaannya agar tidak menimbulkan dampak buruk di kemudian hari .
