Bawaslu Kota Kupang dan Pemuda Katolik Dorong Orang Muda Berani Awasi Demokrasi

Foto Bersama Jajaran Bawaslu Kota Kupang bersama pengurus dan anggota Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang usai kegiatan Pendidikan Politik bagi Orang Muda, Sabtu (3/10).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Menurut Marsel, perbedaan politik tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun permusuhan di tengah masyarakat.

“Demokrasi membutuhkan sikap saling menghargai. Berbeda pilihan bukan berarti kita harus bermusuhan. Justru melalui perbedaan itu kita belajar untuk berdialog dan menghargai satu sama lain,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kota Kupang, Yunior Adichandra Nange, S.IP., menekankan pentingnya keterlibatan orang muda dalam pengawasan partisipatif.

“Pendidikan politik bagi orang muda merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengawasan partisipatif. Orang muda tidak hanya menjadi pemilih, tetapi juga dapat berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi,” ujar Yunior.

Ia mengatakan pengawasan terhadap proses demokrasi tidak dapat hanya dibebankan kepada lembaga penyelenggara pemilu.

“Demokrasi tidak cukup hanya diawasi oleh penyelenggara pemilu. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai aturan dan prinsip-prinsip demokrasi,” katanya.

Yunior juga mengajak orang muda untuk memahami berbagai bentuk pelanggaran pemilu dan mengetahui saluran yang dapat digunakan ketika menemukan dugaan pelanggaran.

Pos terkait