Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Untuk stabilitas harga jangka menengah dan jangka panjang, Bank Indonesia NTT menyiapkan pengembangan kelompok tani unggulan berbasis best practice. Hingga 3 Maret 2026, tercatat 68 kelompok tani potensial di NTT, enam di antaranya berada di TTS dengan komoditas beras, cabai, bawang merah, telur ayam, dan daging ayam ras. Dukungan diberikan melalui penguatan sarana-prasarana, pendampingan, dan pelatihan untuk meningkatkan produktivitas dan pasokan yang berkelanjutan.
Di bidang digitalisasi, TP2DD TTS telah menyediakan kanal transaksi non-tunai seperti mobile banking, EDC, QRIS, dan e-commerce. Ke depan, pemanfaatan kanal tersebut akan ditingkatkan untuk memudahkan pembayaran pajak dan retribusi daerah guna mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bank Indonesia NTT juga mendorong implementasi Kartu Kredit Indonesia Segmen Pemerintah untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas belanja daerah, serta akan memfasilitasi penyusunan Peta Jalan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Daerah TTS sebagai tindak lanjut rapat.
HLM ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk diperkuat guna mendukung stabilitas ekonomi dan perluasan digitalisasi. Kegiatan dihadiri oleh unsur Forkopimda, DPRD, perbankan, BUMN terkait, perangkat daerah, serta pelaku usaha di Kabupaten TTS.**






