Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kupang, Suluh-Desa.Com – Memasuki hari kedua kegiatan edukasi pencegahan kekerasan seksual berbasis elektronik, Pemerintah Kota Kupang bersama Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Kupang kembali mengajak orang muda untuk lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital.
Kegiatan yang mengusung tema “Cegah Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik” tersebut berlangsung di Aula Solidaritas, Kota Kupang, Sabtu (5/9) dan diikuti sekitar 100 orang muda Katolik serta kader Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang.
Pada hari kedua ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai bahaya kekerasan seksual di ruang digital, tetapi juga dibekali pentingnya membangun relasi yang sehat, menghargai martabat sesama, serta menggunakan media sosial secara bijak dan kritis.
Pastor Moderator Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang, RD. Andre Alo’a, dalam pemaparannya menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual perlu dimulai dari cara manusia membangun relasi dengan sesama.
Ia mengajak orang muda membangun “kehadiran yang utuh” dalam kehidupan bersama.
“Kehadiran yang utuh akan melahirkan komunikasi yang utuh,” ujar RD. Andre.
Menurutnya, komunikasi yang baik menjadi dasar terbentuknya relasi yang sehat. Sebaliknya, komunikasi yang tidak sehat dapat membuka ruang bagi tindakan yang menyakiti, merendahkan atau mengeksploitasi orang lain.
Jangan Sampai Dunia Maya Gantikan Perjumpaan Nyata
RD. Andre mengingatkan orang muda agar tidak terlalu larut dalam kehidupan dunia maya.
Dirinya mengajak peserta tetap membangun perjumpaan nyata dengan keluarga, teman, komunitas dan masyarakat di sekitarnya.
Dalam kehidupan iman Kristiani, kata Pastor Kuasi Paroki St. Petrus Manulai tersebut, bahwa perjumpaan dengan sesama merupakan kesempatan untuk menghadirkan kasih karena Yesus Kristus hadir secara nyata dalam kehidupan manusia.

Ia juga mengajak untuk belajar memaafkan, menghargai martabat sesama serta menghindari tindakan yang dapat melukai dan merendahkan orang lain.
Kritis Sebelum Menerima dan Menyebarkan Konten
Penggunaan media sosial secara bijak menjadi salah satu perhatian dalam kegiatan hari kedua.
RD. Andre mengingatkan peserta agar tidak mudah menerima, mempercayai atau menyebarkan setiap informasi dan konten yang ditemukan di internet.
Menurutnya, pengguna media sosial perlu mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah maupun meneruskan sebuah konten.
Hal ini penting karena konten yang dianggap sebagai candaan dapat berdampak serius terhadap orang lain, terutama jika menyangkut tubuh, privasi, martabat atau kehidupan pribadi seseorang.
Orang muda juga diajak tidak ikut menyebarkan konten yang mengandung unsur pelecehan, penghinaan maupun eksploitasi seksual.
Waspadai “Kemayaan Riil”
Dalam pembekalan hari kedua, RD. Andre turut mengingatkan peserta mengenai fenomena “kemayaan riil”, ketika dunia maya mulai menggantikan kehidupan nyata.
Menurutnya, teknologi memang memberikan kemudahan dalam berkomunikasi, tetapi manusia tetap membutuhkan perjumpaan langsung untuk membangun empati, kasih dan kepedulian.
Teknologi, kata dia, seharusnya menjadi sarana yang membantu kehidupan manusia, bukan menggantikan relasi antarmanusia.
Orang Muda Didorong Jadi Pelopor
Memasuki hari kedua pelaksanaan kegiatan, Pemkot Kupang dan Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang berharap edukasi tersebut semakin memperkuat kesadaran orang muda untuk mengambil peran dalam mencegah kekerasan seksual, termasuk yang terjadi melalui ruang digital.
Peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, komunitas maupun media sosial.
Orang muda juga didorong berani menolak dan mencegah berbagai bentuk kekerasan serta tidak menjadi bagian dari penyebaran konten yang dapat merugikan dan merendahkan korban.
Kegiatan hari kedua ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun budaya relasi yang sehat sekaligus menciptakan ruang digital yang aman, sehat dan bermartabat bagi masyarakat Kota Kupang.**






