Aksi Peduli Gempa Flores Terus Bergerak, Bantuan Menjangkau Sejumlah Titik di Ngada

Wilhelmus Irwan didampingi istrinya, Ibu Irene, bersama Silvester Veviviandre Gawa menghibur serta membagikan bingkisan kepada siswa-siswi sekolah dasar.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Ngada, Suluh-Desa.Com – Aksi Peduli Gempa Flores terus melanjutkan distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur. Setelah sebelumnya menjangkau sejumlah daerah terdampak, tim relawan kini memperluas pergerakan hingga ke Kabupaten Ngada.

Distribusi dilakukan dengan menyasar titik-titik terdampak hingga ke tingkat desa dan dusun. Pola ini ditempuh agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah yang mudah dijangkau, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat di titik-titik yang membutuhkan dukungan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Di Kabupaten Ngada, sejumlah wilayah yang telah dijangkau tim antara lain Desa Wari Keo sebanyak 17 titik, Desa Tiwu Riwu, Dusun Bena I dan II sebanyak 45 titik, serta Desa Taka Tunga, termasuk Dusun Ngorabolo dan satu dusun lainnya dalam desa yang sama sebanyak 50 titik.

Logo Aksi Peduli Flores
Logo Aksi Peduli Flores

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Di tengah situasi pascagempa, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan pangan, tetapi juga rasa aman dan dukungan psikologis, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak.

Karena itu, tim tidak hanya membagikan bantuan kebutuhan pokok. Anak-anak sekolah di sejumlah titik juga mendapat susu dan makanan ringan. Relawan berinteraksi dengan mereka, mengajak bermain dan menghibur untuk menciptakan suasana yang lebih tenang setelah mengalami situasi bencana.

“Kami ingin bantuan hadir sekaligus memberi ketenangan bagi anak-anak,” kata Wilhelmus Irwan. (03/09).

Menurut Wilhelmus, pendekatan tersebut menjadi bagian dari kehadiran relawan di tengah masyarakat. Bagi anak-anak, suasana pascabencana dapat menjadi pengalaman yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan. Kehadiran orang-orang yang datang untuk membantu diharapkan dapat memberikan ruang bagi mereka untuk kembali merasa nyaman.

Wilhelmus mengatakan, distribusi bantuan tidak berhenti di wilayah yang telah dijangkau. Tim masih mempersiapkan pergerakan berikutnya menuju sejumlah kabupaten lain yang mengalami dampak serius dan menjadi wilayah prioritas.

Upaya tersebut dilakukan dengan melihat kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. Tim berencana terus bergerak selama masih terdapat wilayah terdampak yang membutuhkan dukungan.

Warga Dusun Bena Soroti Belum Meratanya Bantuan

Di Dusun Bena, seorang warga menyampaikan bahwa berdasarkan pengetahuannya, sejauh ini belum banyak bantuan dari kelompok relawan lain yang menjangkau wilayah tersebut.

Warga tersebut menyebut kehadiran Aksi Peduli Gempa Flores sebagai salah satu bantuan relawan yang diterima secara langsung oleh masyarakat di wilayah itu.

“Sejauh yang kami tahu, belum banyak relawan lain yang datang. Tim ini termasuk yang menjangkau kami secara langsung,” kata warga tersebut.

Terkait bantuan pemerintah, warga itu mengatakan bahwa bantuan telah mulai diterima di sejumlah lokasi. Namun, menurut pengamatannya, belum seluruh masyarakat terdampak dapat dijangkau.

“Bantuan pemerintah sudah ada, tetapi belum semuanya terjangkau. Pemerintah masih mendata titik terdampak,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan keterangan warga berdasarkan apa yang mereka lihat dan rasakan di lapangan. Kondisi itu sekaligus menunjukkan pentingnya pemetaan secara berkelanjutan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat di setiap titik terdampak.

Bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat layanan atau berada di wilayah yang sulit dijangkau, kehadiran relawan secara langsung menjadi salah satu bentuk dukungan yang berarti. Bantuan yang datang tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan perhatian kepada warga yang masih menghadapi ketidakpastian setelah bencana.

Solidaritas Putra-Putri Flores

Koordinator Relawan dan Distribusi, Silvester Veviviandre Gawa, mengatakan kehadiran tim di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian putra-putri Flores terhadap sesama warga yang sedang menghadapi bencana.

“Kami hadir karena cinta dan kepedulian sebagai putra-putri Flores, serta kepercayaan banyak orang untuk menjangkau titik yang membutuhkan,” kata Silvester.

Wilhelmus Irwan berbincang dengan seorang ibu saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak.

Menurut Silvester, gerakan kemanusiaan tersebut tidak berdiri sendiri. Ada kepercayaan dari banyak pihak yang menitipkan bantuan kepada relawan untuk disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami membawa kepercayaan itu ke titik-titik yang membutuhkan,” ujarnya.

Kepercayaan tersebut menjadi salah satu kekuatan bagi relawan untuk terus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Distribusi dilakukan dengan semangat solidaritas, sekaligus berupaya memastikan bantuan yang telah dipercayakan dapat diterima oleh masyarakat yang menjadi sasaran.

Bagi tim, kehadiran di tengah warga bukan sekadar aktivitas distribusi logistik. Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kembali semangat dan rasa kebersamaan setelah bencana.

8,8 Ton Logistik Masih Dalam Perjalanan

Sementara itu, keberlanjutan distribusi bantuan masih dipersiapkan. Saat ini tim masih menunggu kedatangan logistik berupa sembako dan kebutuhan lainnya yang sedang dalam perjalanan dari Maumere menuju Bajawa, Kabupaten Ngada.

Total logistik yang dipersiapkan untuk distribusi lanjutan tersebut mencapai sekitar 8,8 ton.

Bantuan tersebut akan menjadi tambahan logistik untuk mendukung pergerakan tim di lapangan. Setelah tiba di Bajawa, distribusi akan dilanjutkan ke sejumlah titik terdampak dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.

Ketersediaan logistik menjadi salah satu faktor penting dalam keberlanjutan distribusi. Dengan tambahan bantuan tersebut, tim diharapkan dapat memperluas jangkauan ke wilayah yang membutuhkan dan melanjutkan pelayanan kemanusiaan secara bertahap.

Aksi Peduli Gempa Flores berencana terus bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak lainnya. Prioritas diarahkan pada titik-titik yang dinilai membutuhkan dukungan, dengan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari solidaritas masyarakat Flores dalam menghadapi bencana. Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, bantuan material, dukungan moral, dan kehadiran langsung di tengah warga menjadi bentuk kepedulian yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak.

Dari desa ke desa, dari dusun ke dusun, tim relawan berupaya membawa pesan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tentang membangun kembali rumah dan memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa ditemani dalam menghadapi masa sulit.

Aksi Peduli Gempa Flores pun masih akan berlanjut, mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan situasi di wilayah-wilayah terdampak.

Sebagai informasi bahwa Tim Aksi Peduli Gempa Flores masih terus bergerak dan berbagi kasih di tengah masyarakat terdampak, membawa bantuan sekaligus menghadirkan dukungan dan semangat bagi warga yang sedang menjalani masa pemulihan pascagempa.

Pos terkait