Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Keterangan ini diperkuat oleh Dedi Ingga, warga Desa Tonggurambang yang juga turut mengungsi yang mengetahui peristiwa tersebut. Dedi menyampaikan bahwa Said Goa dikabarkan baru meninggal beberapa jam sebelum berita ini diturunkan, dan diduga kuat kematian tersebut dipicu oleh kelaparan serta kondisi kesehatan yang menurun drastis di tengah situasi darurat pasca gempa.
“Said Goa meninggal, diduga akibat kelaparan. Selain itu ada kemungkinan kondisi kesehatan beliau sudah tidak baik sejak lama dan semakin memburuk karena tidak ada makanan dan tempat yang layak di tempat pengungsian ini,” ujar Dedi Ingga kepada Suluh-Desa.com saat dikonfirmasi secara terpisah.
Yang semakin memprihatinkan, Dedi juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, bantuan yang terlihat hadir di lokasi pengungsian sangat terbatas. “Bantuan yang terlihat hanya dari pihak Partai Politik, TNI dan Polri yang ada di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Belum ada bantuan makanan, minuman, maupun perlengkapan darurat yang datang dari pihak lain, termasuk Pemerintah Kabupaten. Kami bertahan apa adanya di sini,” ungkapnya dengan nada cemas.
Berdasarkan data yang diperoleh tim Suluh-Desa.com, Said Goa merupakan korban jiwa pertama yang meninggal di kamp pengungsian mandiri warga pasca gempa 7,7 SR yang melanda wilayah Nagekeo dan sekitarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun pemeriksaan medis dari pihak terkait yang memastikan penyebab pasti kematian almarhum, apakah semata-mata karena kelaparan, kondisi kesehatan yang memburuk, kelelahan ekstrem, maupun faktor lainnya.
