Lansia 70 Tahun Meninggal di Pos Pengungsian Mbay Nagekeo, Diduga Akibat Kelaparan dan Keterbatasan Bantuan Pasca Gempa 7,7 SR

| Editor: Wanster Buu
Situasi dan kondisi Warga kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo yang mengungsi di tenda mandiri, minggu (16/08).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Mbay, Suluh-Desa.com– Kabar duka mendalam kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pasca gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Skala Richter yang mengguncang seluruh Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Seorang warga lanjut usia bernama Said Goa (70 tahun) ditemukan meninggal dunia di kawasan kamp pengungsian mandiri di Kelurahan Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Minggu, 16 Agustus 2026 siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun secara eksklusif oleh tim Suluh-Desa.com, almarhum merupakan warga asli Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa — salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat guncangan dahsyat kemarin. Sejak gempa terjadi, Said Goa bersama puluhan warga lainnya memilih mengungsi ke kawasan Pisa, Kelurahan Mbay, yang dinilai sebagai dataran lebih tinggi dan aman untuk menghindari ancaman tsunami yang sempat menjadi kekhawatiran besar seluruh masyarakat.

Bacaan Lainnya

Almarhum ditemukan meninggal dunia tepat di pinggir jalan raya, tempat yang secara mandiri dijadikan warga sebagai lokasi pendirian tenda dan kamp pengungsian sementara. Informasi pertama kali disampaikan oleh Oskar Meta melalui grup WhatsApp jaringan relawan penanggulangan bencana RJ2.

“Said Goa meninggal di pinggir jalan, tempat dibangun kamp pengungsian mandiri. Beliau warga Desa Tonggurambang yang mengungsi ke daerah Pisa demi keselamatan, menghindari bahaya tsunami,” ungkap Oskar Meta.

Pos terkait