Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Upaya tersebut dijalankan melalui peningkatan literasi ekonomi syariah, pengembangan pelaku usaha syariah dan pondok pesantren, fasilitasi sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan, serta pemanfaatan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui rangkaian kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026. Kegiatan yang diselenggarakan bersama sejumlah mitra antara lain bazar Ramadan, perlombaan Ramadan, serta Halal Festival dan Tabligh Akbar 2026 bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.
Rangkaian kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 4.000 pengunjung dan berhasil menghasilkan total penjualan UMKM sebesar Rp1.218.148.000.
Selain mendorong transaksi, BI NTT juga memperkuat pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Sepanjang semester I 2026, edukasi yang dilaksanakan mencatat rata-rata tingkat pemahaman peserta sebesar 92,61 persen.
Dukungan terhadap pembiayaan UMKM turut diwujudkan melalui kesepakatan pembiayaan syariah senilai Rp1 miliar bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk bagi UMKM Tahu Kejora.
Pesantren Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi
Penguatan ekonomi pesantren juga menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem ekonomi syariah di NTT.
