Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) ditutup menguat tipis sebesar 0,32 persen mtm ke level 437,26, namun secara tahunan turun 0,81 persen. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata naik 5,61 basis poin secara bulanan dan 56,22 basis poin secara tahunan, dipengaruhi oleh persepsi risiko dan ketidakpastian pasar global. Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar SBN senilai Rp3,70 triliun pada Mei dan Rp15,43 triliun sepanjang tahun. Sebaliknya, di pasar obligasi korporasi terjadi pembelian bersih oleh asing sebesar Rp0,20 triliun.
Kinerja industri pengelolaan investasi masih terjaga dengan nilai aset kelolaan (AUM) mencapai Rp1.049,84 triliun per 29 Mei 2026, menurun tipis 1,00 persen secara bulanan namun masih tumbuh positif 0,68 persen secara tahunan. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat Rp685,76 triliun, turun 1,52 persen mtm namun naik 1,55 persen ytd. Meski terjadi penarikan bersih dana reksa dana sebesar Rp1,77 triliun pada Mei, secara kumulatif sepanjang tahun industri masih mencatatkan penambahan dana bersih yang signifikan mencapai Rp21,61 triliun.
Pertumbuhan jumlah investor pasar modal terus berlanjut sebagai dampak pendalaman pasar yang dilakukan OJK dan industri. Pada Mei 2026 tercatat penambahan sebanyak 1,26 juta investor baru. Secara tahunan, jumlah investor tumbuh 36,27 persen menjadi total 27,75 juta orang. Pasar modal juga tetap berperan penting sebagai sumber pendanaan jangka panjang bagi korporasi, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp68,18 triliun sepanjang tahun melalui berbagai penawaran umum. Selain itu, penggalangan dana melalui mekanisme Securities Crowdfunding (SCF) juga terus berkembang dengan total dana yang terkumpul mencapai Rp1,94 triliun.
