Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Jakarta, Suluh-Desa.com – Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diselenggarakan pada 26 Mei 2026 menegaskan bahwa stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga dengan baik, meskipun menghadapi tekanan dari kenaikan inflasi global dan tingginya volatilitas pasar keuangan internasional. Konflik geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama tingginya harga energi, yang kemudian memperkuat tekanan inflasi di berbagai negara. Kondisi ini memicu ekspektasi suku bunga global akan bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, yang berdampak pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di berbagai pasar dunia.
Di tengah ketidakpastian tersebut, perekonomian global masih menunjukkan ketahanan. Aktivitas manufaktur dunia masih berada dalam zona ekspansi meski lajunya melambat. Perekonomian Amerika Serikat tetap relatif kuat dengan pasar tenaga kerja yang masih solid, meskipun tekanan inflasi mulai menggerus kepercayaan konsumen. Sementara itu, momentum pertumbuhan ekonomi Tiongkok cenderung melemah akibat permintaan domestik dan investasi yang masih tertekan, meskipun kinerja ekspornya masih terjaga. Perkembangan ini meningkatkan ketidakpastian arah kebijakan moneter negara maju dan mempengaruhi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
