Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Tagepe ini sebenarnya tata letak atau layout-nya sudah bagus sejak awal. Tinggal bagaimana kita berkreasi menciptakan aktivitas-aktivitas baru yang positif dan bermanfaat untuk bisa kita optimalkan di sini,” jelasnya.
Meski demikian, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang tidak ingin mengambil keputusan atau menerapkan kebijakan secara sepihak. Prinsip partisipatif akan menjadi dasar utama pengelolaan, di mana aspirasi dan tanggapan masyarakat sekitar akan didahulukan sebelum konsep ini benar-benar dijalankan.
“Kita masih lihat dulu, kita dengar respon dari masyarakat sekitar. Karena kita mau buat kebijakan itu harus melihat keinginan dan respon masyarakat dulu. Polanya harus bottom to top, dari bawah ke atas. Jangan sampai target dari pemerintah langsung kita paksakan atau kita ‘hajar’ ke bawah saja. Kalau masyarakat setuju dan mendukung, baru kita implementasikan secara bertahap,” tegas Serena.
Langkah pengembangan Tagepe ini merupakan bagian dari program besar Pemerintah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya indah secara fisik, bersih, dan rapi, tetapi juga hidup sebagai pusat interaksi sosial, wadah kreativitas, serta tempat pengembangan potensi diri masyarakat. Dengan konsep barunya ini, Taman Tagepe diharapkan tidak sekadar menjadi taman kota biasa, tetapi bertumbuh menjadi ikon ruang budaya dan kreativitas yang memberi warna baru bagi wajah Kota Kupang.






