Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Ia mengungkapkan, masih banyak ditemukan kondisi bangunan sekolah yang baru saja selesai dikerjakan namun sudah mengalami kerusakan, bahkan ada kasus di mana plafon bangunan sudah runtuh. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu jalannya proses belajar mengajar di lingkungan sekolah.
“Beberapa tahun lalu ada bangunan yang baru selesai dikerjakan, tapi plafonnya langsung runtuh. Kalau kondisi fisik bangunan seperti ini, bagaimana proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan nyaman?” ujarnya menekankan.
Menurutnya, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan, sektor pendidikan justru tidak mengalami pemangkasan alokasi dana. Hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi semua pihak agar penggunaan anggaran yang tersedia dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.
“Kalau anggaran untuk sektor pendidikan tidak dikurangi, maka pelaksanaan pembangunannya harus benar-benar baik dan berkualitas. Jangan sampai hasilnya bangunan berkualitas rendah, dan nantinya meminta anggaran lagi untuk perbaikan,” katanya.
Lebih lanjut, Agustinus Nahak juga menyoroti kondisi saat ini yang sudah memasuki era keterbukaan informasi, di mana setiap permasalahan yang terjadi pada fasilitas pendidikan dapat dengan mudah diketahui publik dan menjadi perhatian luas.
