Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Ende, Suluh-Desa.Com: Kapela Stasi Kristus Raja Watumite, Kuasi Paroki St. Karolus Agung Orekeri, Keuskupan Agung Ende, di Desa Watumite, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, mengalami kerusakan yang cukup parah.
Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan kapela, terutama pada bagian depan atau fasad.
Dari dokumentasi yang SuluhDesa.com, tampak retakan pada dinding bangunan serta kerusakan pada sejumlah bagian ornamen dan elemen dekoratif di sekitar fasad.
Retakan terlihat memanjang pada beberapa bagian dinding, termasuk di sekitar bagian atas pintu utama dan area ornamen salib. Sejumlah material pada permukaan dinding juga tampak terkelupas dan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kapela merupakan salah satu fasilitas peribadatan yang digunakan oleh umat Katolik di wilayah Stasi Kristus Raja Watumite.
Untuk memastikan tingkat kerusakan, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut, khususnya terhadap kondisi struktur bangunan.
Belum ada informasi resmi mengenai nilai kerugian maupun tingkat kerusakan struktur utama kapela. Karena itu, besaran kerugian belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pendataan serta pemeriksaan teknis di lapangan.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan asesmen terhadap kondisi bangunan guna memastikan keamanan kapela sebelum digunakan kembali untuk aktivitas peribadatan. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kemungkinan kerusakan lanjutan akibat gempa susulan.
Gempa M 7, 7 Guncang Flores
Gempa yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah Flores tersebut terjadi pada Sabtu pagi. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa utama tercatat berkekuatan magnitudo 7, 7 dengan kedalaman 10 kilometer dan berpusat di wilayah sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur. Kuatnya guncangan juga memicu kepanikan masyarakat dan dilaporkan berdampak pada sejumlah bangunan, termasuk rumah warga serta fasilitas umum dan tempat ibadah.
Pendataan mengenai dampak gempa masih diperlukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai jumlah bangunan yang mengalami kerusakan dan besaran kerugian yang ditimbulkan.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada, terutama terhadap kemungkinan gempa susulan. Bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan sebaiknya tidak digunakan sebelum mendapat pemeriksaan dan dinyatakan aman oleh pihak yang berkompeten.**
