Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Dalam konteks kemandirian sekolah, ia mendorong Yayasan Swasti Sari untuk mengembangkan pendekatan One Community One Product atau One School One Product sebagai sarana pembelajaran karakter, kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi komunitas pendidikan. Kepada anak-anak, Gubernur berpesan agar selalu rajin belajar, mendengarkan nasihat guru, dan menghormati orang tua, sehingga kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih hebat bahkan melampaui dirinya dan Wali Kota Kupang yang juga merupakan alumni SDK Don Bosko.
Komitmen Implementasikan Teladan Santo Yohanes Bosco
Sementara itu, Kepala Bidang Kurikulum Yayasan Swasti Sari, Romo Konradus Takene, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi roh dalam setiap proses belajar mengajar di SDK Don Bosko.
Ketua Panitia, Ibu Jacoba, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kehadiran Gubernur NTT. Ia menegaskan komitmen komunitas sekolah untuk mengimplementasikan teladan Santo Yohanes Bosko dalam kegiatan pendidikan, menjadikan sekolah sebagai rumah yang mewartakan kasih, kejujuran, kepedulian, dan sukacita. “Kami mendukung program Bapak Gubernur, One School One Product, lewat pendidikan muatan lokal,” tegasnya.
Menurutnya, perayaan pesta pelindung memiliki makna yang lebih mendalam. “Kegiatan ini bukan merupakan kegiatan rutinitas belaka. Melalui perayaan ini kami berupaya meningkatkan spiritualitas komunitas pendidikan seturut teladan St Yohanes Bosco,” tambahnya.






