Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Ia juga mengingatkan peran Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II dalam penanganan masalah ini. Kerusakan jalan di jalur Trans Utara, termasuk di wilayah Kaburea, Maukaro, hingga Marilewa dan Kecamatan Wolowae, diperparah oleh luapan air sungai. Menurut pemantauan, aliran dari dua sungai besar yang hulunya berada di batas wilayah Kabupaten Ende dan Nagekeo belum dilengkapi bendungan atau bangunan pengendali banjir. Akibatnya, saat musim hujan, air meluap, menggerus badan jalan, dan juga merusak lahan persawahan di sekitarnya.
“Masalah infrastruktur tidak bisa dilihat terpisah dari pengelolaan aliran air dan daerah aliran sungai. Kalau Balai Sungai dan Dinas PU tidak bekerja sama, kerusakan akan terus berulang dan anggaran yang sudah dikeluarkan akan terbuang sia‑sia,” tambahnya.
Harapan Masyarakat: Perbaikan Segera dan Pemeliharaan Rutin
Sahrudin, Kepala Dusun Kaburea yang dihubungi terpisah oleh suluhdesa berharap pemerintah segera turun tangan. Selain perbaikan fisik jalan yang menyeluruh di wilayah utara, ia juga menuntut adanya jadwal pemeliharaan berkala, agar investasi pembangunan tidak berakhir seperti jalur Kaburea ini, dibangun puluhan tahun lalu namun, dibiarkan rusak hingga berbahaya bagi pengguna jalan dan menghambat perekonomian daerah.
