Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Pantauan di lapangan menunjukkan pola kerja yang sangat disiplin. Setiap subuh, saat sebagian besar warga Kota Kupang masih terlelap dalam tidurnya, para petugas pengangkut sampah sudah mulai bergerak dengan kendaraan operasionalnya, menyusuri jalanan kota. Demikian pula pada sore hari, saat aktivitas masyarakat mulai berkurang dan matahari mulai condong ke barat, petugas kembali melakukan putaran jadwal rutin mereka. Dua kali dalam sehari, yakni pada dini hari dan sore hari, menjadi jadwal baku dan wajib dilaksanakan oleh jajaran petugas kebersihan. Sampah yang telah dikumpulkan dan diangkut tersebut selanjutnya dibawa dan ditumpahkan langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di wilayah Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, agar tidak menumpuk atau mencemari lingkungan di dalam kawasan kota.
Perubahan drastis dalam sistem dan budaya pengelolaan persampahan ini merupakan wujud nyata dari komitmen kuat pimpinan daerah, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis. Sejak awal masa kepemimpinan, keduanya telah menempatkan kebersihan kota sebagai salah satu prioritas utama pembangunan, mengingat lingkungan yang bersih adalah indikator utama kesehatan masyarakat, kenyamanan hidup, sekaligus wajah kebanggaan kota di mata dunia.
