Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kepala BPBD Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan bahwa sejak awal kejadian pada Sabtu (24/01), 10 staf telah melakukan pendataan langsung di lokasi yang dikoordinir oleh Rian Djoupari dan Suyandri Djami agar bantuan dapat segera sampai.
Primus Kila, salah satu korban, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sementara itu, tokoh agama Boni Koten menyarankan Pemkot Kupang untuk melakukan sosialisasi dan simulasi menghadapi bencana, mengingat wilayah Belo hampir setiap tahun mengalami kejadian serupa. Menurutnya, korban luka seperti Olpi Tameon dan suaminya Laurensius Siki terjadi karena mereka tidak mengetahui cara menghindari badai dengan benar.**






