Rektor Undana Lantik Empat Wakil Rektor Baru, Salah Satunya Mantan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Pesan Keras: Waspadai “Paradoks Kekuasaan”, Bangun Mentalitas Baja

Dalam pidato arahannya, Rektor menyampaikan pesan mendalam dan tegas yang menjadi pedoman kerja baru. Baru saja kembali dari Sarasehan Kebangsaan di Jakarta, beliau membawa serta wejangan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto untuk dibahas dan diterapkan di lingkungan kampus. Titik utama yang disorot adalah fenomena sosiologis yang disebut “paradoks kekuasaan”: kecenderungan pemimpin perlahan kehilangan empati, rasa kebersamaan, serta kepekaan sosial begitu memegang jabatan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

“Kekuasaan itu bisa berubah menjadi racun yang membuat orang lupa jati diri. Hal ini juga menjadi catatan penting dari Prof. Fred Benu dan Prof. Maxs Sanam. Saya tidak menginginkan hal itu terjadi dalam masa kepemimpinan kita. Kunci agar tetap benar dan selamat adalah selalu berkomunikasi dan menjaga kerendahan hati,” tegas Prof. Jefri tanpa ragu‑ragu.

Ia juga mengingatkan agar menebalkan pendengaran dan mentalitas. Mengutip prinsip kepemimpinan, beliau mengingatkan: “Jika ingin bebas sepenuhnya dari kritik atau fitnah, jalannya adalah tidak berkata‑kata, tidak berbuat apa‑apa, dan tidak menjadi apa‑apa.”

“Namun, itu bukan jalan yang diambil di Undana. Kalau sekadar ingin aman dan biasa‑saja, cukup diam saja dan gaji tetap berjalan. Tetapi jika tujuan kita adalah membawa perubahan nyata, maka kalian harus siap dimarahi, difitnah, bahkan dihujat publik. Terimalah hal itu sebagai bahan perbaikan diri,” tambahnya dengan nada menyengat namun bermakna.

Pos terkait