Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Seluruh jalannya dialog berlangsung secara dinamis namun tetap terjaga dengan suasana yang tertib, damai, dan penuh rasa saling menghargai. Sebagai wujud nyata dari sikap terbuka dan kemudahan komunikasi yang dijunjung tinggi, Sekretaris Daerah bahkan bersedia memberikan nomor kontak pribadinya kepada koordinator aksi, guna memudahkan para mahasiswa menyampaikan informasi atau menyampaikan laporan secara langsung apabila menemukan hal-hal yang memerlukan perhatian dari pihak pemerintah.
“Saya pun dulunya pernah menjadi seorang mahasiswa. Oleh karena itu, apabila ada hal-hal penting yang perlu disampaikan atau dilaporkan kepada pemerintah, silakan disampaikan dengan jujur dan terbuka. Mari kita saling bahu-membahu dan saling membantu untuk membangun Kota Kupang menjadi lebih baik lagi ke depannya,” tutup Jeffry.
Sementara itu, Koordinator Umum Aksi sekaligus Ketua Pengurus Wilayah LMND Kota Kupang, Meki Maubanu, dalam pernyataan sikap yang dibacakannya menegaskan penolakan tegas terhadap segala bentuk tindakan yang bersifat mengeksploitasi tenaga kerja serta praktik komersialisasi dunia pendidikan yang dinilai semakin memberatkan beban hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Mengusung semangat dan tema “Bangun Persatuan Nasional, Lawan Kaum Serakahnomi” serta “Hentikan Komersialisasi Pendidikan dan Eksploitasi Buruh di Kota Kupang”, pihak LMND menilai bahwa kondisi para tenaga kerja di Kota Kupang hingga saat ini masih diwarnai oleh berbagai persoalan mendesak, mulai dari tingkat upah yang masih tergolong rendah, minimnya perlindungan dan jaminan keselamatan kerja, hingga masih adanya ancaman pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara sepihak oleh pihak pengusaha.
