Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Kita ingin semakin banyak lapisan masyarakat yang dapat berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan proses produksi, sehingga pertumbuhan ekonomi yang tercapai tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga secara merata di seluruh wilayah,” ujar Gubernur. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penguatan ekosistem usaha sebagai penggerak utama perekonomian daerah yang tangguh.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam penyampaian pemikirannya menyatakan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang untuk bertukar gagasan secara konstruktif guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan dengan baik. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat terjalin interaksi yang baik antara narasumber dan seluruh peserta, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah kebijakan serta aksi nyata yang tepat guna untuk mewujudkan kemajuan ekonomi di NTT,” jelasnya.
Sebagai wujud komitmen dalam mendorong terciptanya riset yang berkualitas dan mampu memberikan rekomendasi kebijakan strategis, Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT secara resmi meluncurkan inisiatif bernama KARSA NUSA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Ekonomi Nusa Tenggara Timur). Peluncuran ini ditandai dengan pembukaan program Call for Paper tahun 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan hasil kajian dari kalangan akademisi dengan kebutuhan kebijakan pembangunan di daerah, sehingga menghasilkan rekomendasi yang bersifat konkret, inovatif, dan dapat diterapkan secara langsung. Gubernur NTT memberikan apresiasi yang tinggi terhadap peluncuran inisiatif ini dan berharap KARSA NUSA tidak hanya berhenti pada hasil kajian semata, tetapi juga mampu mendorong pelaksanaan kebijakan yang memberikan manfaat produktif dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.






