Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Salah satu keputusan strategis lainnya yang sangat penting adalah penunjukan pejabat baru untuk mengisi posisi kunci di jajaran manajemen Bank NTT. Ibu Revie Adriana Silawati, yang sebelumnya memiliki rekam jejak karir yang baik dan luas di lingkungan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim), secara resmi ditunjuk dan dilantik dalam RUPS ini untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko di Bank NTT. Kehadiran tenaga ahli yang berpengalaman ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengawasan dan kepatuhan bank terhadap seluruh peraturan yang berlaku.
Selain penunjukan direksi baru, rapat juga menyepakati pengusulan satu nama calon Komisaris Independen baru. Penambahan anggota Dewan Komisaris ini dimaksudkan untuk melengkapi komposisi keanggotaan agar memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan independen. Langkah ini diambil guna memenuhi aturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri serta rekomendasi yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan, sehingga tata kelola perusahaan dapat berjalan dengan lebih baik dan sehat.
Dalam rapat tersebut juga dibahas dan disepakati penambahan setoran modal dari para pemegang saham daerah sebagai langkah penguatan struktur keuangan bank agar memiliki daya saing dan kemampuan penyaluran dana yang lebih besar. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyetor tambahan modal sebesar Rp30 miliar. Kemudian, Pemerintah Kabupaten Malaka menyetorkan tambahan modal sebesar Rp5 miliar, dan Pemerintah Kabupaten Alor juga menyetorkan tambahan modal sebesar Rp3 miliar. Selain penyertaan modal dalam bentuk tunai, disepakati pula ketentuan bahwa aset atau hak milik yang sah dan bernilai ekonomi pun dapat diperhitungkan dan dijadikan bagian dari penyertaan modal bagi bank daerah ini.






