Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Kami hadir di sini dengan tujuan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan air. Forum ini diisi oleh berbagai elemen, mulai dari ilmuwan, praktisi lapangan, hingga komunitas-komunitas peduli lingkungan. Semua pihak ini bersatu untuk bekerja bersama dengan satu tujuan yang sama: menjaga ketersediaan air dan memastikan keberlanjutannya untuk generasi sekarang dan generasi mendatang,” jelasnya.
Selain itu, Roddialek juga menekankan pentingnya penerapan langkah-langkah preventif sebagai upaya jangka panjang. Ia menyoroti bahwa konservasi daerah aliran sungai (DAS) dan penguatan kebijakan yang berwawasan lingkungan menjadi hal yang sangat krusial untuk dilakukan guna menghadapi potensi krisis air yang diperkirakan akan semakin terasa dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Forum, Ani Talan, memaparkan sejumlah aksi nyata yang telah dilakukan oleh kelompok ini bahkan sebelum pengukuhan resmi pengurus forum dilaksanakan. Beberapa kegiatan yang telah berjalan di antaranya adalah penanaman ratusan pohon di kawasan daerah aliran sungai, pengembangan sistem lubang biopori di sepuluh kelurahan yang berbeda, serta pembentukan kelompok-kelompok kecil yang bertugas menjaga dan memantau kondisi daerah aliran sungai di tingkat masyarakat.






