Inovasi Kegawatdaruratan Kota Kupang Didorong Jadi Contoh Nasional: Jangan Ada Nyawa Hilang karena Administrasi

| Editor: Wanster Buu
Wali Kota Kupang, Christian Widodo, sedang memaparkan materi inovasi kegawatdaruratan Kota Kupang yang berkaitan dengan penanganan pasien, dihadapan peserta di Jakarta.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Program Rp3 Miliar, Sistem Cepat Tanpa Hambatan Administrasi
Dalam paparannya, Wali Kota menjelaskan program dana pengaman kegawatdaruratan yang didukung alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar. Program ini diperkuat dengan sistem pengambilan keputusan terintegrasi melalui command center, sehingga penanganan kasus kegawatdaruratan dapat dilakukan secara lebih cepat, terkoordinir, dan menyeluruh.

“Ini adalah komitmen yang akan kami penuhi dalam tiga tahun ke depan. Sebagai kepala daerah, saya memiliki komitmen yang tinggi untuk menyelenggarakan pelayanan ini,” tegas dr. Christian Widodo di hadapan Gubernur Lemhannas RI, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Direktur Purnomo Yusgiantoro Center, serta perwakilan Lee Kuan Yew School of Public Policy.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Program ini lahir dari keprihatinan bahwa prosedur birokrasi kerap menjadi penghalang ketika nyawa seseorang sedang bertarung dengan waktu. Melalui terobosan ini, pasien dapat langsung mendapatkan pertolongan medis yang dibutuhkan, sementara urusan administrasi dan pembiayaan diselesaikan secara terkoordinir oleh tim lintas sektor  tanpa membebani pasien atau keluarga yang sedang dalam kondisi kritis.

Lemhannas: Narasinya “Excellent”
Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si., memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap presentasi tersebut. Ia menilai narasi yang disampaikan menunjukkan keterkaitan yang kokoh antara gagasan inovasi, pelaksanaan program prioritas, serta keseriusan komitmen kepala daerah dalam mewujudkan rencana aksi nyata.

Pos terkait