Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Armand Wahyudi Hartono menyatakan bahwa AEI sangat mendukung penerapan kebijakan free float yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan memperhatikan kemampuan pasar. “Secara umum kami support untuk mendukung OJK dan SRO untuk mendorong pasar modal menjadi lebih tangguh,” katanya.
AEI juga menyatakan dukungan terhadap sejumlah rencana reformasi lainnya, antara lain penguatan transparansi Ultimate Beneficial Ownership (UBO), penyempurnaan reklasifikasi investor, peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham di atas 1 persen, penataan peran investor institusi untuk menjaga keseimbangan pasar, serta penguatan program pendidikan dan literasi keuangan bagi investor ritel.
Hasan mengatakan bahwa komitmen AEI mencerminkan keselarasan pandangan antara regulator dan pelaku industri bahwa reformasi harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada struktur kepemilikan saham tetapi juga aspek transparansi, tata kelola, dan kualitas partisipasi investor. Implementasi kebijakan akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan berlandaskan dialog erat dengan pemangku kepentingan, dengan memperhatikan kesiapan emiten, kondisi pasar, dan kapasitas penyerapan investor. “Pendekatan ini penting agar transisi berjalan sehat dan tidak menimbulkan disrupsi yang tidak perlu,” jelasnya.
