Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Jakarta, Suluh-Desa.com – Kematian tragis YBR, siswa SD Rutojawa, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diduga bunuh diri perlu dilakukan pemeriksaan autopsi forensik oleh dokter ahli forensik. Hal itu disampaikan oleh Ketua PADMA INDONESIA (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) Jakarta, melalui rilis yang diterima media ini, (12/02).
Gabriel Goa, Ketua Dewan Pembina PADMA INDONESIA, menyampaikan tiga poin penting terkait kasus ini. Pertama, menyampaikan duka yang mendalam atas kematian anak Indonesia asal Ngada, NTT. Kedua, memberikan dukungan total kepada Kapolri dan Kapolda NTT untuk membantu melaksanakan autopsi forensik, mengingat kasus tersebut tengah ramai diperbincangkan dan penyelidikan dinilai telah dihentikan oleh Polres Ngada. Ketiga, mendesak Pemerintah Kabupaten Ngada dan DPRD Ngada untuk melakukan audit investigatif terhadap seluruh bantuan yang bertujuan memenuhi hak asasi manusia (HAM) anak-anak di daerah tersebut, seperti Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan bantuan dari pusat lainnya, agar tidak terjadi korupsi dan tepat sasaran.**






