BI NTT Dorong Ekonomi Syariah dan Ketersediaan Uang Layak Edar

| Editor: Wanster Buu
Kepala KPw BI NTT, Adidoyo Prakoso, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Ketua MUI Provinsi NTT Drs. H. Muhammad S. Wongso, dan sejumlah undangan foto bersama usai kegiatan, (13/03).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Ketua MUI Provinsi NTT Drs. H. Muhammad S. Wongso juga mengapresiasi upaya BI NTT dalam mendorong perkembangan ekonomi syariah di daerah. Beliau menekankan keutamaan sinergi antar lembaga, perbankan, dan UMKM untuk membentuk program pengembangan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada pelaksanaan SERAMBI 2026, BI NTT memastikan ketersediaan uang kartal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Sejak 12 Februari hingga 12 Maret 2026, jumlah penarikan perbankan maupun layanan penukaran mencapai Rp514 miliar. Selain itu, BI NTT juga melaksanakan kegiatan amal melalui CBP Beramal (Berbagi Sembako Halal) di 5 masjid dan 1 pondok pesantren, serta CBP Berkah (Berbagi Takjil dan Sedekah) di 5 Kampung Muslim di sekitar Kota Kupang, dengan total 2.300 paket sembako dan takjil yang dibagikan.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya mendorong digitalisasi, BI NTT menyelenggarakan QRIS Taputar CFD yang diikuti oleh 32 merchant makanan, minuman, dan kriya. Kegiatan ini nantinya akan diperluas menjadi QRIS Taputar Kota Kupang untuk menjangkau seluruh wilayah kota.

Kedepan, KPw BI Provinsi NTT akan terus bekerjasama dengan seluruh mitra kerja untuk mendorong perekonomian NTT, termasuk pengembangan UMKM lokal, ekonomi syariah, serta menjamin ketersediaan uang rupiah di masyarakat.**

Pos terkait