BI NTT Dorong Ekonomi Syariah dan Ketersediaan Uang Layak Edar

| Editor: Wanster Buu
Kepala KPw BI NTT, Adidoyo Prakoso, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Ketua MUI Provinsi NTT Drs. H. Muhammad S. Wongso, dan sejumlah undangan foto bersama usai kegiatan, (13/03).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Kupang, Suluh-Desa.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan kegiatan Road to Fesyar dan Penutupan SERAMBI 2026 pada Jumat (13/3) dengan tema “Rupiah Bermakna di Bulan Penuh Berkah”. Acara ini dihadiri oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang Christian Widodo, Ketua MUI Provinsi NTT Drs. H. Muhammad S. Wongso, serta berbagai pimpinan mitra dan lembaga strategis.

Dalam kesempatannya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BI NTT. Menurutnya, BI NTT tidak hanya memastikan ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri, tetapi juga aktif mendorong perkembangan ekonomi syariah di NTT.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT Adidoyo Prakoso juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, FORKOPIMDA NTT, Pemerintah Kota Kupang, perbankan, seluruh mitra kerja, dan masyarakat yang telah mendukung rangkaian kegiatan. Adidoyo juga menyoroti potensi pengembangan ekonomi syariah di NTT sebagai sumber pertumbuhan perekonomian melalui halal value chain, akses dan pembiayaan, serta literasi edukasi ekonomi.

Berbagai kegiatan telah dilaksanakan selama bulan Ramadan dalam rangka road to Fesyar dan SERAMBI 2026 untuk mendorong potensi tersebut, antara lain fasilitasi sertifikasi halal UMKM, sinergi Bazaar Ramadan dan Kupang Lampion Street Food Market, business matching pembiayaan, talkshow, edukasi CBP, dan literasi ekonomi syariah.

Pos terkait