Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Dari sisi pendanaan, akses kredit bagi pelaku usaha juga terlihat mengalami perbaikan dengan SB sebesar 13,00 persen, naik dibandingkan 11,00 persen pada triwulan sebelumnya. Meski demikian, laporan mencatat bahwa fasilitas pelonggaran syarat kredit yang diberikan masih relatif terbatas.
Berbeda dengan indikator ekonomi lainnya, penggunaan tenaga kerja pada triwulan II 2026 belum menunjukkan ekspansi. Sektor ketenagakerjaan justru mencatatkan SBT sebesar -1,48 persen. Kondisi ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kebutuhan tenaga kerja di sektor pertanian setelah masa panen selesai, serta realisasi belanja modal untuk pembangunan infrastruktur pemerintah yang umumnya baru akan berakselerasi pada semester kedua tahun ini.
Prakirwan Triwulan III 2026: Tetap Positif Meski Melambat, Penyerapan Tenaga Kerja Diperkirakan Membaik
Para responden survei juga memproyeksikan bahwa kegiatan usaha di NTT pada triwulan III 2026 akan tetap tumbuh positif, meskipun diperkirakan mengalami sedikit perlambatan dengan SBT diprakirakan mencapai 31,25 persen.
Optimisme ini didukung oleh beberapa sektor unggulan, yaitu LU Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (SBT 11,00 persen), LU Informasi dan Komunikasi (SBT 5,72 persen), LU Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT 4,41 persen), serta LU Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (SBT 3,60 persen). Perlambatan pertumbuhan ini utamanya disebabkan oleh normalisasi kinerja sektor pertanian pasca puncak panen pada triwulan sebelumnya.
