Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Namun di sisi lain, terdapat sejumlah kelompok barang yang diprakirakan mengalami perlambatan atau penurunan penjualan. Di antaranya adalah Kelompok Suku Cadang dan Aksesori Kendaraan, Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi. Penurunan pada sektor-sektor ini diduga dipengaruhi oleh perilaku konsumen yang cenderung lebih selektif dalam membelanjakan dana, terutama untuk kebutuhan yang bersifat tidak mendesak atau dapat ditunda.
Jika dilihat dari perkembangan secara bulanan (month-to-month/mtm), kondisi perdagangan justru menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan meski masih dalam tahap pemulihan. Setelah mengalami koreksi cukup dalam pada April 2026 sebesar -17,15 persen, pada Mei 2026 penurunan ini menyempit drastis menjadi hanya -0,004 persen. Perkembangan ini tidak terlepas dari adanya momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang berdekatan, yaitu Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak. Perayaan hari besar ini secara alami mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman, pakaian, hingga kebutuhan untuk rekreasi dan silaturahmi.
Prakiraan kinerja di Kota Kupang ini sejalan dengan kondisi nasional. Indeks Penjualan Riil secara nasional juga diprakirakan tetap tumbuh positif secara tahunan dengan angka 225,0, sedangkan secara bulanan mengalami perbaikan dengan penurunan yang terbatas di kisaran -0,9 persen. Sama seperti di daerah, pemulihan ini dipicu oleh meningkatnya aktivitas belanja masyarakat menjelang dan selama perayaan hari besar keagamaan.






