Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga, Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen

Foto Pertemuan Daring Tim Assesmen Sektor Jasa dan Keuangan OJK 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Pada Juni 2026, penyaluran kredit perbankan tumbuh 12,67 persen secara tahunan menjadi Rp9.081 triliun. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 11,51 persen.

Berdasarkan penggunaan, Kredit Investasi menjadi motor pertumbuhan terbesar dengan peningkatan 24,9 persen. Selanjutnya, Kredit Modal Kerja tumbuh 8,94 persen dan Kredit Konsumsi sebesar 5,75 persen.

Bacaan Lainnya

Sementara berdasarkan kelompok debitur, kredit korporasi tumbuh paling tinggi sebesar 20,45 persen yoy. Kredit UMKM juga mulai menunjukkan penguatan dengan pertumbuhan 1,05 persen, meningkat dibandingkan 0,60 persen pada Mei 2026.

Pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan meningkatnya fungsi intermediasi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif.

DPK sendiri tumbuh 10,21 persen yoy menjadi Rp10.282 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh giro sebesar 9,95 persen, deposito 8,25 persen dan tabungan 12,16 persen.

Likuiditas dan Permodalan Masih Kuat

Meskipun pertumbuhan kredit lebih tinggi dibandingkan DPK, kondisi likuiditas perbankan masih berada dalam batas yang memadai.

Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat sebesar 101,92 persen, sedangkan rasio Alat Likuid terhadap DPK (AL/DPK) berada di level 23,08 persen. Keduanya masih jauh di atas batas minimum masing-masing sebesar 50 persen dan 10 persen.

Pos terkait