Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kupang, Suluh-Desa.Com – Universitas Nusa Cendana (Undana) memberikan klarifikasi terkait persoalan akademik yang dialami mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Jessica Sofia Tunardjo. Undana membantah kabar yang menyebut skripsi Jessica dibatalkan.
Pihak Undana menyatakan persoalan yang terjadi bukan pembatalan skripsi, melainkan berkaitan dengan penyesuaian jadwal ujian proposal dan ujian hasil.
“Pembatalan skripsi tidak benar. Yang terjadi adalah penyesuaian penjadwalan ujian proposal dan hasil,” kata Wakil Rektor Undana, Philipphi de Rozari, Rabu (5/8/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan setelah persoalan akademik Jessica menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Sebelumnya, Undana menyatakan akan melakukan investigasi untuk menelusuri persoalan yang terjadi.
Investigasi tersebut dilakukan untuk mengetahui duduk persoalan sekaligus memastikan langkah penanganan yang perlu ditempuh pihak universitas.
Undana Klarifikasi soal Unggahan di Media Sosial
Undana juga memberikan penjelasan mengenai informasi yang beredar di media sosial terkait persoalan Jessica.
Berdasarkan hasil penelusuran internal universitas, unggahan yang menjadi perhatian publik tersebut disebut tidak dibuat oleh Jessica.
Pihak kampus menyebut terdapat akun lain yang mengunggah informasi tersebut tanpa persetujuan Jessica. Jessica disebut tidak mengetahui mengenai unggahan tersebut.
Kondisi Dosen Penguji
Lantas, bagaimana kondisi dosen penguji setelah persoalan tersebut menjadi viral?
Pihak Undana belum memberikan penjelasan mengenai kondisi dosen penguji, termasuk mengenai dampak yang mungkin dialami dalam kehidupan sehari-hari.
Universitas menyatakan kondisi dosen merupakan bagian dari ranah privasi yang harus dihormati.
“Undana belum bisa menyampaikan kondisi dosen penguji, karena itu bagian dari hak privasi yang patut dihormati,” ujar Wakil Rektor Undana.
Undana Fokus Tangani Mahasiswa dan Dosen
Undana menyatakan saat ini masih fokus menyelesaikan persoalan yang melibatkan mahasiswa dan dosen.
Sementara terkait kemungkinan langkah hukum terhadap informasi yang beredar, Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Nusa Cendana, Jefry C. Adoe, mengatakan pihak kampus belum mengambil langkah tersebut.
“Undana masih fokus dengan mahasiswa dan dosennya. Langkah-langkah hukum belum bisa saat ini,” jelas Jefry.
Dia menegaskan persoalan akademik Jessica masih dalam proses penanganan internal universitas. Informasi mengenai pembatalan skripsi juga kembali ditegaskan tidak benar.
Undana juga berencana memfasilitasi pertemuan antara dosen dan mahasiswa yang bersangkutan sebagai bagian dari penyelesaian persoalan tersebut.
Civitas Akademika Meminta Bijak Bermedia Sosial
Undana mengimbau seluruh seluruh masyarakat agar bijak dalam menyikapi dan menyebarkan informasi mengenai persoalan tersebut.
Pihak kampus berharap informasi yang belum terverifikasi tidak kembali disebarluaskan karena berpotensi memberikan dampak terhadap pihak-pihak yang terlibat maupun masyarakat secara luas.
Undana menegaskan proses penyelesaian persoalan akademik Jessica masih menjadi perhatian universitas dan akan ditangani melalui mekanisme internal kampus.**
