Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Secara aturan maupun regulasi yang berlaku di sektor perbankan, instrumen surat berharga yang diterbitkan atau dijamin oleh pemerintah memiliki bobot risiko yang sangat rendah dalam perhitungan komponen ATMR. Dampak positifnya, rasio-rasio kesehatan keuangan yang harus selalu dijaga dan dipatuhi oleh setiap bank akan menjadi lebih mudah dikelola atau lebih manageable dalam pelaksanaan kegiatan operasional sehari-hari. Hal ini tentu sangat membantu stabilitas dan keberlanjutan usaha perbankan dalam jangka panjang,” jelas Heru secara rinci.
Lebih lanjut, Heru juga memaparkan proyeksi terkait karakteristik atau spesifikasi instrumen yang nantinya akan menjadi favorit dan paling diminati oleh pasar. Berdasarkan pengamatan terhadap tren dan perilaku investasi yang berkembang saat ini, jangka waktu jatuh tempo atau tenor obligasi dengan kategori jangka menengah diprediksi akan menjadi pilihan utama dan paling dicari, baik oleh kalangan investor institusi seperti bank maupun oleh masyarakat umum yang ingin berinvestasi.
“Sebagai gambaran untuk penyusunan strategi investasi ke depan, saat ini pola yang terlihat jelas adalah bahwa tenor obligasi yang paling diminati, menjadi favorit, dan menjadi incaran utama baik di kalangan masyarakat luas maupun para investor institusi adalah yang memiliki jangka waktu tiga tahun hingga lima tahun. Rentang waktu ini dinilai paling ideal dan seimbang, memberikan pengembalian yang wajar namun tidak terlalu panjang sehingga fleksibilitas pengelolaan dana tetap terjaga,” ungkapnya.






