Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Dengan implementasi SP2D Online berbasis CMS, diharapkan proses pencairan dan pengendalian belanja daerah dapat berlangsung lebih ringkas serta terpantau secara real time.
Salah satu tantangan klasik yang dihadapi pemerintah daerah adalah ritme penyerapan anggaran yang sering menumpuk di akhir tahun. Bupati SBD menetapkan target penyerapan anggaran sebesar 20 persen pada triwulan pertama, 50 persen pada triwulan kedua, di atas 80 persen pada triwulan ketiga, dan 100 persen pada akhir tahun.
Target tersebut diharapkan dapat mempercepat aliran dana ke program-program prioritas pembangunan, mulai dari infrastruktur dasar hingga pelayanan publik, sehingga pembangunan tidak lagi tersendat oleh prosedur yang berlapis.
Bupati juga menegaskan bahwa digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan teknologi, namun juga menuntut kesiapan infrastruktur dan disiplin aparatur. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi penting agar sistem yang dibangun tidak hanya sebatas simbolik. “Profesionalisme dan tanggung jawab menjadi kunci,” tegasnya.
Kerja sama ini menjadi bukti bahwa modernisasi tata kelola keuangan bukan lagi wacana. Di wilayah yang memiliki bentang alam yang keras dan jarak antardesa yang menantang, langkah digitalisasi ini diharapkan dapat menjembatani keterbatasan tersebut, sehingga denyut pembangunan di ujung selatan Sumba dapat berdetak lebih teratur dan terang.**





