Akibat Gempa 7.7 SR di Flores Pagi Tadi : Sunami 100 Meter di Desa Anakoli, Kabupaten Nagekeo, NTT dan Sejumlah Bangunan Rusak Berat

| Editor: Wanster Buu
Kondisi seorang pemuda, Warga Desa Lawir, Kecamatan Lamba Leda Utara, akibat tertimpa runtuhan bangunan, Sabtu, (15/08). Dok : Ino Mon.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Kondisi Gereja Katolik, Desa Watu Mite, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Sabtu, (15/08).

Di kabupaten Ende, tepatnya di Desa Watu Mite, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, sebuah bangunan gereja Katolik mengalami Retak pada sisi depan bangunan dan pada bagian dalam bangunan. Gereja tersebut merupakan hasil dari swadaya masyarakat setempat. Selain bangunan warga ada juga yang mengalami rusak.

Satu-satunya jalan negara trans Flores juga putus total akibat longsoran yang terjadi disejumlah titik akibat gempa tektonik. Longsoran terjadi di jalan jurusan Ende-Bajawa tepatnya di Ndao, Kelurahan Kota Ratu, Kecamatan Ende Utara, dan KM 17 Watu Gamba, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Informasi lain diperoleh, Air laut mengalami pasangan surut ratusan meter di wilayah kecamatan Aemere, Kabupaten Ngada, tepatnya di pelabuhan kapal Ferry. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sebuah kapal Ferry telah karam akibat air laut surut. Saat ini warga disekitar Aemere telah bersiap-siap kedaerah yang lebih aman.

Di kabupaten Sika, Kondisi pelabuhan Pelni mengalami rusak parah, dan sejumlah bangunan umum serta kerusakan rumah pribadi. Belum diketahui pasti berapa banyak korban jiwa dan bangunan yang mengalami rusak berat maupun ringan. Akibat gempa,  masyarakat Sikka khusus masyarakat kota Maumere masih mengalami trauma. Peristiwa ini mengingatkan kembali mereka dengan peristiwa gempa tektonik yang terjadi pada tahun 1992.

Pos terkait