Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kupang, Suluh-Desa.com – Bendungan Temef merupakan satu dari sepuluh bendungan yang dibangun di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Program Strategis Nasional (PSN) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Proyek strategis ini telah dinyatakan selesai melalui Serah Terima Pertama (PHO) pada tahun 2024, Setelah itu langsung dikunjungi oleh Presiden Ke-7, Ir. Haji Jokowidodo. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Waskita Karya (Persero) Tbk ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan, dengan masa pemeliharaan awal selama satu tahun pada 2025, yang kini diperpanjang hingga Desember 2026.
Kehadiran Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kecamatan Oenino, desa Oenino ini, mulai terasa dampak positifnya bagi masyarakat setempat setelah aliran air waduk mulai dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian serta pengelolaan sumber daya air di wilayah sekitar. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Teknik PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Mochammad Hardito Satrio, yang akrab disapa Rio, kepada awak media di lokasi, Selasa (11/5/2026).
Rio yang akrab disapa menjelaskan bahwa di tengah berjalannya tahap operasional, proses pemeliharaan tetap dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Hal ini bertujuan memastikan seluruh fasilitas, bangunan, dan sistem yang ada tetap aman, terjaga, dan berfungsi secara optimal dalam jangka panjang. Masa pemeliharaan yang semula direncanakan berakhir pada 2025, kini diperpanjang hingga akhir tahun 2026 dengan berbagai pekerjaan teknis yang terus dilakukan.






