Bendungan Temef Mulai Berikan Manfaat Air Irigasi dan Baku, Masa Pemeliharaan Diperpanjang Hingga Akhir 2026

| Editor: Wanster Buu
Kondisi Bendungan Temef saat ini, di Kabupaten TTS, Kecamatan Oenino, Desa Oenino. (Dok : Wanster Buu)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

“Pekerjaan pemeliharaan yang kami lakukan meliputi perbaikan genteng pada bangunan tipe 45, pembersihan sampah area waduk, pengecekan instalasi elektrikal, serta pengawasan ketat terhadap sistem instrumentasi bendungan. Semua ini kami lakukan agar saat bendungan mulai menampung dan menyalurkan air, sistemnya tetap aman dan andal melayani kebutuhan masyarakat,” ungkap Rio.

Dijelaskannya, untuk menjalankan seluruh tugas tersebut, saat ini ditempatkan 2 orang tenaga pelaksana tetap dari Waskita Karya yang dibantu oleh sekitar 8 orang tenaga kerja lapangan.

Dengan kapasitas tampungan mencapai 45 juta meter kubik, Bendungan Temef memiliki empat fungsi utama, yakni sebagai pengendali banjir, penyedia air baku, pendukung irigasi lahan pertanian di wilayah hilir, serta memiliki potensi besar untuk pengembangan sektor pariwisata. Pengelola menerapkan pola pengaturan air yang dinamis menyesuaikan kondisi alam dan musim.

“Saat musim kemarau, kami menjaga cadangan air agar tetap tersedia cukup untuk pertanian dan kebutuhan air bersih. Debit air diatur bertahap agar kebutuhan terpenuhi tanpa mengganggu stabilitas volume waduk. Sebaliknya, saat musim hujan tiba, kami harus mengurangi volume tampungan air lebih awal. Tujuannya untuk mengantisipasi risiko banjir kiriman dari hulu. Kalau hujan deras, kami kuras sebagian air supaya saat debit besar datang, tidak terjadi luapan yang berbahaya bagi warga di bawah,” jelasnya.

Pos terkait