Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Sekarang ini sudah zaman terbuka. Begitu ada kasus plafon bocor, bangunan rusak, atau permasalahan lainnya, media langsung meliput dan bisa menjadi perhatian banyak orang. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak yang terlibat,” tambahnya.
Dalam pemeriksaan yang akan dilakukan, ia menekankan bahwa Inspektorat harus bekerja secara objektif, transparan, dan akuntabel. Jika ditemukan kualitas pekerjaan yang tidak sesuai standar, maka hasil pemeriksaan harus disampaikan apa adanya tanpa ada kompromi apapun.
“Inspektorat harus bersikap independen dalam menjalankan tugasnya. Kalau kualitasnya jelek, maka harus diungkapkan bahwa itu jelek. Hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan sistem pembangunan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Sebagai lembaga perwakilan rakyat, DPRD NTT juga menyatakan akan terus mengawal proses pemeriksaan dan perbaikan yang dilakukan. Agustinus Nahak menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan adanya pembangunan sekolah yang selesai secara administratif namun memiliki kualitas yang rendah, apalagi jika kerusakannya dapat terlihat secara jelas oleh semua orang.
“Kami di DPRD juga akan terus melakukan pengawasan. Kita tidak mau ada bangunan yang selesai dikerjakan tapi kualitasnya buruk. Kita akan menggunakan kewenangan yang ada untuk memastikan bahwa kualitas pembangunan tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.





