Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
TTS, Suluh-Desa.com – Di tengah keindahan alam Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mempesona, terkhususnya di wilayah Timur Tengah Selatan (TTS) tepatnya kecamatan Kolbano, tersimpan kisah yang menyentuh hati jutaan orang di seluruh Indonesia. Kisah ini berpusat pada seorang siswa sekolah dasar bernama Marciano, yang namanya kini menjadi pembicaraan hangat di berbagai platform media sosial. Bukan karena prestasi yang mencengangkan atau bakat istimewa yang terlihat dengan mata telanjang, melainkan karena sepasang “kaus kaki” yang ia kenakan, bukan dari kain atau benang, melainkan hasil lukisan arang di kulit kakinya. Di balik penampilan sederhana yang sempat menjadi sorotan itu, tersimpan perjalanan perjuangan, kasih sayang, dan semangat belajar yang jauh lebih besar dan bermakna dari apa yang terlihat dalam rekaman video yang menyebar luas.
Marciano merupakan anak kampung yang berasal dari desa Lanut, kecamatan Amanatun Selatan, kabupaten TTS, NTT ini menjadi poteret wajah anak Desa yang terus berjuang mengejar cita-citanya dengan keterbatasan.
Semuanya bermula pada satu pagi yang biasa, saat Marciano bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Seperti anak-anak seusianya, ia ingin tampil rapi dan lengkap mengenakan seragam sekolah, agar terlihat sama dengan teman-teman sekelasnya. Namun, hari itu ada hal yang membuatnya merasa cemas, kaus kaki miliknya tidak dapat ditemukan di mana pun. Kondisi ekonomi keluarga yang sedang berada dalam keadaan sulit membuat mereka tidak dapat segera membeli kaus kaki baru untuk menggantikan yang hilang atau rusak. Ayahnya saat itu tidak memiliki uang untuk membelinya sepasang kaus kaki, sedangkan Marciano menginginkan agar dirinya memakai kaus kaki seperti anak sekolah lainnya. Dengan keterbatasan itu, Ayahnya mengambil wajan yang gosong dicampuri dengan air, lalu dioleskan pada kaki Marciano agar menyerupai kaus kaki. Marciano menuruti permintaan sang ayah walupun “kaus kaki gosong” itu memudar akibat air embun pagi yang ia lewati melalui jalan pintas yang dikelilingi semak dan rerumputan menuju sekolahnya.
