Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif dan berpotensi meledak menjadi perkelahian fisik, wartawan Suluh-Desa.com yang merekam kejadian tersebut segera turun tangan menengahi dan mengajak kedua belah pihak untuk tenang serta menyelesaikan masalah secara damai. Berkat upaya mediasi tersebut, ketegangan perlahan mereda. Seorang petugas dishub juga mengambil sikap dengan mengajak berdamai kepada kedua belah pihak yang masih belum tersurut emosi.
Keterangan yang dihimpun di lokasi menyebutkan bahwa mobil pikap tersebut sudah tiga tahun tidak melakukan pemeriksaan Kelaikan Jalan (KER) atau uji berkala. Saat ditanya, kedua orang yang diduga oknum TNI itu mengakui bahwa kendaraan tersebut disewa dari warga untuk keperluan pengangkutan bahan bangunan pembangunan Koperasi Merah Putih di wilayah Kabupaten Kupang. Mereka berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pemilik kendaraan agar segera melaksanakan kewajiban melakukan uji KER sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Bernadinus Mere, saat dihubungi Suluh-Desa.com melalui telepon seluler belum mengetahui adanya insiden tersebut. Ia menyatakan akan segera memeriksa kronologi kejadian dan memastikan aturan lalu lintas serta kelayakan kendaraan tetap ditegakkan tanpa pandang bulu.
