Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ignasius R. Lega menegaskan bahwa penyediaan air bersih bukan sekadar soal pembangunan infrastruktur, melainkan berkaitan erat dengan peningkatan kualitas hidup, derajat kesehatan keluarga, produktivitas kerja masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan Kota Kupang ke depannya.
Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Plan International Indonesia yang melalui Program CERAH telah menunjuk Kota Kupang sebagai lokasi pelaksanaan program selama tiga tahun ke depan. “Kepercayaan ini menjadi kesempatan emas bagi kita untuk membangun sistem tata kelola air yang lebih adil, melibatkan banyak pihak, dan lestari. Yang paling penting, masyarakat tidak diposisikan hanya sebagai penerima manfaat semata, melainkan menjadi bagian dari solusi yang dilibatkan dalam perencanaan, pengawasan, hingga pengambilan keputusan,” tegasnya.
Ignasius juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi Kota Kupang dalam pengelolaan sumber daya air. Di antaranya adalah pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk yang meningkatkan kebutuhan air, dampak perubahan iklim yang membuat pola curah hujan tidak menentu, keterbatasan ketersediaan air baku, kerusakan fungsi daerah tangkapan air, serta kebiasaan penggunaan air yang belum sepenuhnya efisien dan bijaksana. Menurutnya, persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah saja, melainkan memerlukan kerja sama erat dari seluruh elemen masyarakat.






