Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kupang, SULUH-DESA.COM : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama PT Pertamina Patra Niaga mempercepat pemulihan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul keterlambatan pengiriman yang memicu antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena upaya pemulihan distribusi terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi tetap terpenuhi.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTT, Viktor Manek, menjelaskan bahwa gangguan pasokan dalam beberapa hari terakhir dipicu keterlambatan alokasi BBM dari Kilang Balikpapan yang berdampak pada jadwal pengiriman ke NTT.
Namun, pasokan mulai diperkuat setelah kapal pengangkut BBM tiba di Fuel Terminal (FT) Tenau, Kupang, pada Sabtu (10/10/2026), dengan membawa 6 juta liter BBM.
Setelah proses pembongkaran selesai, penyaluran langsung dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan SPBU di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Pada Minggu (11/10/2026), sebanyak 384.000 liter Pertalite disalurkan untuk wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS. Selanjutnya, pada Senin (12/10/2026), sebanyak 248.000 liter Pertalite didistribusikan untuk memperkuat persediaan di 15 SPBU di Kota Kupang.
Viktor menyatakan, 15 SPBU di Kota Kupang yang menjual Pertalite telah kembali beroperasi normal. Pemerintah bersama Pertamina terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan pasokan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membantu mengurai antrean kendaraan.
Distribusi ke TTU Diperkuat
Selain memulihkan pasokan di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan TTS, pemerintah juga memberi perhatian terhadap distribusi BBM ke Kabupaten TTU yang menghadapi kendala akibat keterlambatan kapal menuju Fuel Terminal Atapupu.
Sebagai langkah antisipasi, pasokan dialihkan dari FT Tenau, Kupang, dengan dukungan mobil tangki tambahan sesuai kebutuhan. Skema tersebut dilakukan agar distribusi BBM ke SPBU di TTU tetap terjaga tanpa sepenuhnya bergantung pada jadwal kedatangan kapal di FT Atapupu.
Menurut Viktor, pemantauan stok dan distribusi terus dilakukan, termasuk terhadap jadwal kedatangan kapal berikutnya, untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan lebih awal.
“Pemantauan stok dan distribusi terus kami lakukan bersama pihak terkait. Kita ingin memastikan kesinambungan pasokan tetap terjaga karena BBM sangat dibutuhkan masyarakat untuk transportasi, kegiatan usaha, dan aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, pasokan BBM nonsubsidi sejauh ini tidak mengalami kendala, baik dari sisi ketersediaan stok maupun penyaluran.
Pertamina Optimalkan Penyaluran
Sementara itu, Sales Manager Pertamina NTT, Muhammad Ali, mengatakan keterlambatan kedatangan kapal mengharuskan Pertamina menyesuaikan jadwal penyaluran BBM.
Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemprov NTT serta pemerintah kabupaten/kota, termasuk mengoptimalkan penyaluran pada hari Minggu.
Koordinasi tersebut dilakukan agar BBM yang tersedia dapat segera disalurkan ke SPBU sesuai kebutuhan, terutama di wilayah yang memerlukan penanganan lebih cepat.
Berdasarkan data yang disampaikan, stok BBM di NTT meliputi avtur sebanyak 2.017 kiloliter (KL), minyak tanah 2.182 KL, Pertalite 15.928 KL, Pertamax 2.182 KL, Biosolar 6.278 KL, dan Pertamina Dex 1.606 KL.
Pemprov NTT menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memantau perkembangan stok serta distribusi BBM di seluruh wilayah. Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta mengikuti perkembangan melalui sumber resmi.
Masyarakat diharapkan tetap tenang, menggunakan BBM secara bijak, dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar proses pemulihan distribusi berjalan optimal.***






