Pemprov NTT Luncurkan Skema KUR PMI, Cegah TPPO dan Dorong Tenaga Kerja Profesional

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Menurut Charlie, skema pembiayaan yang disiapkan memiliki bunga sekitar 30 persen lebih rendah dibandingkan pembiayaan yang selama ini ada. Selain itu, Bank NTT juga akan menjalin kerja sama dengan bank nasional di Jakarta untuk memastikan kelancaran layanan remitansi yang cepat dan aman. “Ke depan kerja sama ini akan terus dikembangkan, namun hanya dengan lembaga yang legal, terpercaya, dan mengikuti seluruh prosedur. Untuk lembaga yang tidak resmi, Bank NTT tidak akan memberikan pembiayaan,” tegasnya.

Wakil Pimpinan LPK Musubu, Yofani Maria RR Francis Yuki, menjelaskan bahwa LPK bergerak di sektor tenaga kesehatan dan fokus pada peningkatan kompetensi calon PMI. “Kami menyiapkan kompetensi melalui pelatihan agar proses rekrutmen hingga penempatan bisa kami kontrol secara penuh dan profesional,” ujarnya. LPK Musubu juga telah memiliki jaminan di Kementerian Pekerja Migran senilai Rp1,5 miliar dan hingga saat ini telah memberangkatkan 54 PMI yang ditempatkan di berbagai rumah sakit di Jepang.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Aktivis pekerja migran NTT, Pdt. Emmy Sahertian, menilai kerja sama dan skema KUR PMI ini sebagai terobosan penting. “Ini adalah harapan besar, karena selama ini mayoritas PMI bekerja di sektor nonformal yang sangat rentan terhadap eksploitasi,” katanya. Ia berharap skema ini mampu mendorong PMI asal NTT menjadi pekerja profesional dengan perlindungan hukum dan dapat memilih negara tujuan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. “Kami akan ikut mengawal dampaknya, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil. Semakin banyak PMI profesional dari NTT, itu adalah jalan keselamatan, bukan jalan maut,” tandasnya.

Pos terkait