Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Kami mengambil langkah ini karena kami yakin di sana tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga memerlukan kehadiran. Logistik tentu banyak mengalir, tetapi membutuhkan orang-orang yang bisa mendistribusikannya, termasuk orang-orang yang membantu memasak di posko,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kondisi tenaga kesehatan di wilayah terdampak yang sebagian merupakan korban bencana.
“Di sana memang banyak tenaga kesehatan, tetapi sesungguhnya mereka juga rapuh karena mereka juga bagian dari orang yang terkena dampak langsung. Sangat tidak tepat jika mereka dibiarkan memikul semuanya sendiri tanpa tambahan pasokan tenaga dari luar,” tegasnya.
Yuvensius berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk mengambil bagian dalam kerja kemanusiaan di Flores.
“Semoga semakin banyak lagi pihak yang berkolaborasi dan ini akan terus berlanjut. Saat ini Media Centre Pemuda Katolik Komda NTT telah aktif. Sambil kloter pertama ini turun, tim terus mempersiapkan kloter berikutnya. Kami mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan,” katanya.
Kerja Kolaborasi
Dalam aksi kemanusiaan ini, Pemuda Katolik tidak bergerak sendiri. Pengiriman tenaga kesehatan merupakan hasil kolaborasi dengan Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).





