Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Tantangan belum berakhir di sana. Saat hendak kembali ke Kupang dari Maumere, Sikka, pada hari terakhir misi, penerbangan yang akan ditumpangi dr. Christian dibatalkan akibat erupsi Gunung Lewotobi. Rute kepulangan pun harus diubah secara mendadak. Ia kemudian melanjutkan perjalanan darat menuju Larantuka, Flores Timur, untuk mencari alternatif penerbangan menuju Kupang. Perjalanan panjang yang dimulai dari Labuan Bajo dan menyusuri enam kabupaten itu akhirnya menjadi pengalaman langsung seorang kepala daerah yang memilih hadir di tengah masyarakat yang sedang berduka. Wali Kota dan rombongan akhirnya bisa kembali ke Kota Kupang melalui penerbangan dari Larantuka pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Hadir Langsung, Membawa Harapan dan Bantuan
Kehadiran langsung dr. Christian Widodo di tengah masyarakat terdampak mendapat apresiasi luar biasa dari sejumlah kepala daerah di Flores. Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas, bahkan menyebut dr. Christian sebagai kepala daerah pertama dari wilayah NTT yang tidak terdampak bencana yang turun langsung menemui masyarakat korban gempa.
“Bapa Wali Kota menjadi kepala daerah pertama di NTT yang tidak terdampak yang sudah mau turun langsung melihat kami di sini. Kami merasa terhibur, karena masih ada saudara-saudara yang punya kepedulian terhadap duka kemanusiaan yang menimpa kami. Saya tidak bisa omong banyak lagi, saya terharu sekali,” ungkap Agas saat menerima Wali Kota di Posko Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Timur di Borong, Rabu, 26 Agustus 2026. Manggarai Timur merupakan kabupaten ketiga yang dikunjungi dr. Christian setelah Manggarai Barat dan Manggarai.






